Search

isunps3modz

We Play Modz

Category

Uncategorized

Angklung

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus, yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian lokal atau tradisional. Namun karena bunyi-bunyian yang ditimbulkannya sangat merdu dan juga memiliki kandungan lokal dan internasional seperti bunyi yang bertangga nada duremi fa so la si du dan daminatilada, maka angklung pun cepat berkembang, tidak saja dipertunjukan lokal tapi juga dipertunjukan regional, nasional dan internasional. Bahkan konon khabarnya pertunjukan angklung pernah digelar dihadapan Para pemimpin Negara pada Konferensi Asia Afika di Gedung Merdeka Bandung tahun 1955..
Sepeninggal Daeng Sutigna kreasi kesenian angklung diteruskan oleh Mang Ujo dan Erwin Anwar. Bahkan Mang Ujo telah membuat pusat pembuatan dan pengembangan kreasi kesenian angklung yang disebut ‘Saung angklung Mang Ujo” yang berlokasi di Padasuka Cicaheum Bandung. Salah satu program yang ia lakukan khususnya untuk mempertahankan kesenian angklung adalah memperkenalkan angklung kepada para siswa sekolah, mulai TK, sampai dengan tingkat SLTA dan bahkan telah menjadi salah satu kurikulum pada pada mata pelajaran lokal.

  1. Rumusan Masalah
  2. Bagaimana proses pembuatan alat musik angklung ?
    2. Bagaimana uasaha – usaha yang dilakukan supaya alat musik angklung tidak punah?

 

  1. TUJUAN

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan karya ini :

x        Untuk menambah wawasan tentang kebudayaan nasional

x        Untuk lebih mengenal alat musik  angklung sebagai warisan kebudayaan

x        Untuk ikut melestarikan budaya bangsa

 

BAB II
PEMBAHASAN

Angklung merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari paparan daerah sunda, padahal alat musik tradisional ini sudah telah menjelajah ke mancanegara dengan segudang prestasinya yang gemilang. Belakangan ini banyak para seniman Indonesia terutama seniman angklung yang berkreasi dengan alat musik tradisional ini yaitu dengan cara memainkan alat musik ini untuk mengiringi lagu – lagu pop yang terkenal, dan hasilnya sangat menakjubkan suara yang dihasilkan oleh alat musik ini.
Dalam pembuatannya angklung memerlukan bambu yang memiliki kualitas yang sangat bagus, bambu yang kualitasnya bagus yaitu bambu yang sudah kering dan bambu yang sering digunakan yaitu bambu hitam ( Gigantochloa atter ), bambu tali ( Gigantochloa apus ) dan bambu tutul ( Banbusa vulgaris ). Dalam hal pemilihan bambu ini tidaklah main – main tapi harus benar – benar teliti jika salah memilih bambu yaitu bambu yang terlalu tua akan mudah pecah sedangkan yang terlalu muda tidak bisa menghasilkan suara yang baik. Bambu yang sudah siap untuk bahan dasar pembuat angklung yaitu bambu yang sudah berumur 4 atau telah memiliki 2 tunas atau 3, dan pemanenannya pada bulan juli atau musim kemarau hal ini disebabkan karena zat makanan yang terdapat dalam bambu dan disukai oleh hama serangga ngengat sangat minim. Setelah ditebang bambu dibiarkan selama setengah minggu sampai daunnya menguning kemudian ranting – rantingnya dibersihkan, tahap selanjutnya adalah pengeringan yang berfungsi untuk menyeleksi bambu yang baik yaitu dengan di unun atau di asapi diatas dapur hingga 2 tahun atau dengan cara lain yaitu dengan di angin – anginkan ditempat yang teduh selama 3 atau 4 bulan.
Tahap selanjutnya yaitu pemilihan bambu yang utuh tanpa ada hama yang memakannya, setelah itu barulah bambu tersebut siap untuk dibuat angklung. Dalam porses pembuatan ini hal yang terpenting adalah pembentukan nada dasarnya dari tabung bambu tersebut. Suara bambu itu ada 2 yaitu suara kayu bambu ketika beradu dengan benda lain dan suara yang dihasilkan ketika tabung di tutup, sedangkan alat yang digunakan untuk menentukan nada disebut dengan berina. Adapun jenis – jenis angklung yaitu :
Ø Angklung Gubrag
Angklung gubrag terdapat di kampung Cipining, kecamatan Cigudeg, Bogor. Angklung ini telah berusia tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung). Dalam mitosnya angklung gubrag mulai ada ketika suatu masa kampung Cipining mengalami musim paceklik.
Ø Angklung Badeng
Badeng merupakan jenis kesenian yang menekankan segi musikal dengan angklung sebagai alat musiknya yang utama. Badeng terdapat di Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Garut. Dulu berfungsi sebagai hiburan untuk kepentingan dakwah Islam. Tetapi diduga badeng telah digunakan masyarakat sejak lama dari masa sebelum Islam untuk acara-acara yang berhubungan dengan ritual penanaman padi. Sebagai seni untuk dakwah badeng dipercaya berkembang sejak Islam menyebar di daerah ini sekitar abad ke-16 atau 17. Pada masa itu penduduk Sanding, Arpaen dan Nursaen, belajar agama Islam ke kerajaan Demak. Setelah pulang dari Demak mereka berdakwah menyebarkan agama Islam.
Salah satu sarana penyebaran Islam yang digunakannya adalah dengan kesenian badeng. Angklung yang digunakan sebanyak sembilan buah, yaitu 2 angklung roel, 1 angklung kecer, 4 angklung indung dan angklung bapa, 2 angklung anak; 2 buah dogdog, 2 buah terbang atau gembyung, serta 1 kecrek. Teksnya menggunakan bahasa Sunda yang bercampur dengan bahasa Arab. Dalam perkembangannya sekarang digunakan pula bahasa Indonesia. Isi teks memuat nilai-nilai Islami dan nasihat-nasihat baik, serta menurut keperluan acara. Dalam pertunjukannya selain menyajikan lagu-lagu, disajikan pula atraksi kesaktian, seperti mengiris tubuh dengan senjata tajam.
Ø Angklung Dogdog Lojor
Kesenian dogdog lojor terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul yang tersebar di sekitar Gunung Halimun (berbatasan dengan Sukabumi, Bogor, dan Lebak). Meski kesenian ini dinamakan dogdog lojor, yaitu nama salah satu instrumen di dalamnya, tetapi di sana juga digunakan angklung karena kaitannya dengan acara ritual padi. Setahun sekali, setelah panen seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren Taun di pusat kampung adat. Pusat kampung adat sebagai tempat kediaman kokolot (sesepuh) tempatnya selalu berpindah-pindah sesuai petunjuk gaib.
enis – Jenis Angklung

Saat ini, ada beberapa jenis-jenis angklung yang dikenal dan tercatat dalam kehidupan masyarakat, khsusunya di Jawa Barat dan dibeberapa daerah lain di Indonesia. Ada kala jenis angklung tersebut memang memiliki bentuk yang sedikit berbeda atau memiliki bentuk yang sama akan tetapi digunakan pada jenis seni / acara pertunjukan yang berbeda pula. Jenis-jenis angklung dan kesenian yang menggunakan alat musik tradisional angklung tersebut antara lain seperti dibawah ini :

 

1. Angklung Kanekes

Angklung Kanekes adalah angklung yang berasal dari daerah Kanekes (perkampungan orang baduy). Angklung jenis ini tidak semata-mata dipergunakan untuk hiburan semata, akan tetapi pada intinya dipergunakan sebagai ritual disaat menanam padi.
Dalam penggunaannya, angklung kanekes bisa dimainkan tanpa aturan (Sunda : Dikurulungkeun) maupun dengan menggunakan aturan ritmis tertentu. Pola penggunaan angklung yang dilakukan dengan “dikurulungkeun” biasanya dilakukan di daerah baduy dalam, sebaliknya yang menggunakan ritmis oleh baduy luar.

Yang berhak dan boleh membuat angklung adalah orang baduy dalam, selain itu hanya  hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membuatnya. Hal ini disebabkan oleh adanya syarat-syarat ritual dalam pembuatan angklung kanekes.

Angklung kenekes sendiri terdiri dari beberapa bentuk dari yang terbesar sampai yang kecil yaitu : indung, ringkung, dongdong, gunjing, engklok, indung leutik, torolok, dan roel. Yang dapat membuat angklung kanekespun khusus orang Kajeroan, yaitu orang yang berasal dari Kampung Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Selain itu hanya orang-orang khusus saja yang bisa membuat angklung ini.

Angklung Kanekes

 

2. Angklung Reog

Angklung Reog merupakan alat musik untuk mengiringi tarian reog ponorogo di Jawa Timur. Angklung Reog ini memiliki kekhasan dari segi suara yang sangat keras, memiliki dua nada serta bentuk lengkungan rotan yang menarik dengan hiasan benang berumbai-rumbai warna yang indah.

 

Angklung Refog – Image : http://ruangkudisini.blogspot.com

 

3. Angklung Banyuwangi

Angklung banyuwangi ini memiliki bentuk seperi

calung dengan nada budaya banyuwangi. Di Banyuwangi disebut dengan Caruk.

Angklung Banyuwangi / Caruk

 

4. Angklung Bali

Angklung bali memiliki bentuk dan nada yang khas bali. Bentuknyapun mirip dengan

calung. Angklung jenis ini di Bali disebut dengan Rindik.

Angklung Bali / Rindik

 

5. Angklung Dogdog Lojor

Angklung dogdog lojor adalah angklung yang dipergunakan dalam kesenian adat dogdog lojor.
Kesenian dogdog lojor sendiri terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul yang tersebar di sekitar Gunung Halimun.

Kesenian dogdog lojor sendiri diadakan setahun sekali, setelah panen raya  seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren Taun di pusat kampung adat. Pusat kampung adat sebagai tempat kediaman kokolot (sesepuh) tempatnya selalu berpindah-pindah sesuai petunjuk gaib.
Tradisi penghormatan padi pada masyarakat ini masih dilaksanakan karena mereka termasuk masyarakat yang masih memegang teguh adat lama. Secara tradisi mereka mengaku sebagai keturunan para pejabat dan prajurit keraton Pajajaran dalam barisan Pangawinan (prajurit bertombak).
Instrumen yang digunakan dalam kesenian dogdog lojor adalah 2 buah dogdog lojor dan 4 buah angklung besar. Keempat buah angklung ini mempunyai nama, yang terbesar dinamakan gonggong, kemudian panembal, kingking, dan inclok. Tiap instrumen dimainkan oleh seorang, sehingga semuanya berjumlah enam orang.

Lagu-lagu dogdog lojor di antaranya Bale AgungSamping HideungOleng-oleng PapangantenSi Tunggul KawungAdulilang, dan Adu-aduan. Lagu-lagu ini berupa vokal dengan ritmis dogdog dan angklung cenderung tetap.

Angklung Dogdog Lojor – Image : disparbud.jabarprov.go.id

Selengkapnya : http://www.tradisikita.my.id/2015/04/sejarah-angklung-dan-jenis-angklung.html#ixzz43azefmC9
 

 

BAB III

PENGENALAN ANGKLUNG

3.1 PENGERTIAN

Angklung merupakan sebuah alat musik tradisional terkenal yang dibuat dari bambu dan merupakan alat musik asli Jawa Barat, Indonesia. Dulunya, angklung memegang bagian penting dari aktivitas upacara tertentu, khususnya pada musim panen. Suara angklung dipercaya akan mengundang perhatian Dewi Sri (Nyi Sri Pohaci) yang akan membawa kesuburan terhadap tanaman padi para petani dan akan memberikan kebahagian serta kesejahteraan bagi umat manusia.

Angklung juga diartikan sebagai  alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat daribambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.

Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dariUNESCO sejak November 2010.

Tidak ada petunjuk sejak kapan angklung digunakan, tetapi diduga bentuk primitifnya telah digunakan dalam kultur Neolitikum yang berkembang di Nusantara sampai awal penanggalan modern, sehingga angklung merupakan bagian dari relik pra-Hinduisme dalam kebudayaan Nusantara.

Catatan mengenai angklung baru muncul merujuk pada masa Kerajaan Sunda (abad ke-12 sampai abad ke-16). Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohacisebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Masyarakat Baduy, yang dianggap sebagai sisa-sisa masyarakat Sunda asli, menerapkan angklung sebagai bagian dari ritual mengawali penanaman padi. Permainan angklung gubrag di JasingaBogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.

Jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah bambu hitam (awi wulung) dan bambu putih (awi temen). Tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk bilah (wilahan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.

Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.

Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.

Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana.

Bahkan, sejak 1966Udjo Ngalagena —tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.

 

3.2 SEJARAH PERKEMBANGAN

Angklung adalah mitologi dari Bahasa Bali, yaitu Ang yang berarti angka (berupa not) dan klung yang berarti rusak. Jadi, jika digabungkan angklung berarti angka yang rusak. Dalam sejarah perkembangan musik Angklung, bentuknya yang sekarang merupakan adaptasi bentuk alat musik dari Filipina. Perkembangan musik angklung pada mulanya yaitu berasal dari bambu wulung (wulung awi) yang dimainkan dengan cara dipukul-pukul. Permainan bambu tersebut bermula untuk menghormati binatang totem dan untuk menghormati dan menghargai pemberian hasil panen padi yang banyak dan baik dari Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi yang memberikan kesejahteraan.
Sejak kapan angklung muncul dan berkembang, merupakan pertanyaan yang saya tidak dapat menjawabnya dengan pasti. Menurut perkiraan Dr. Groneman, sebelum berkembangnya pengaruh Hindu di Indonesia Angklung sudah merupakan alat musik yang digemari penduduk (Dr. J. Groneman. “De Gamelan to Jogjakarta, Letterkundige Vehadelingen der Koninkl, Akademi, jilid XIX, hal. 4).

Sebagai alat musik pra Hindu, Angklung tidak digambarkan pada candi Borobudur dan Prambanan, sebagaimana halnya alat musik bambu lainnya yang sudah  berkembang sebelum zaman zaman Hindu di Indonesia, misalnya alat musik bambu berdawai.

Dalam literature kuno pun saya tidak atau belum menemukannya, Kekawin Arjunawiwaha yang diperkirakan ditulis sekitar tahun 1040 hanya menyebut-nyebut Sundari (semacam erofon yang di Jawa Barat dikenal dengan sebutan Sondari, di Bali Sundaren). Calung yang dewasa ini terdapat di Jawa Barat dan Jawa Tengah, disebut-sebut dalam Inskripsi Buwahan yang diperkirakan dibuat sekitar tahun 1181.

Guntang alat musik bambu berdawai yang penyebarannya meliputi Asia Tenggara sampai Madagaskar, dan sampai sekarang di Bali tetap disebut Guntang, terdapat dalam Kekawin Kidung Sunda yang diperkirakan ditulis tidak lama setelah tahun 1357. Alat yang di Priangan disebut Pancurendang, di Jawa Tengah disebut Bluntak, dan di Bali disebut Taluktak, disebut-sebut dalam kekawin Bharata Yuda.Tongtong atau kentongan bambu disebut-sebut dalam Sudhamala dengan Kulkul, dalam Samarandana disebut Titiran, dan dalam Bharata Yudha disebut Kukulan. Baru dalam tulisa-tulisan kemudian seperti dalam serat Cebolang, Angklung disebut-sebut, yaitu waktu melukiskan saat Mas Cebolang mempertunjuknan keahliannya menyanyi dan bermain musik didepan Bepati Dhaha Kediri

Dalam perkembangannya musik angklung perlahan mulai berubah dan beradaptasi dengan perkembangan jamannya. Mulai dari jaman dimana manusia memanfaatkan bambu sebagai alat utama mereka untuk bertahan hidup, masuknya budaya China, penyiaran agama Islam, masuknya budaya barat ke Indonesia, sampai pada jaman modern ini.
Pada masa modern ini, perkembangan musik angklung mulai berubah. Itu berawal dari Daeng Sutisna yang berhasil mengubah tangga nada petatonis menjadi diatonis (do,re,mi,fa,sol,la,si,do) pada tahun 1983. Dan perkembangan itu pun terjadi, misalnya pada KTT Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat. Musik Angklung modern dimainkan untuk acara resmi dalam Indonesia Ultimate Diversity tersebut, yaitu dalam lagu Indonesia Raya dan beberapa lagu daerah yang terkenal seperti Rasa Sayange, Ayo Mama, Burung Kakak Tua dan Potong Bebek Angsa .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Angklung merupakan sebuah alat musik tradisional terkenal yang dibuat dari bambu dan merupakan alat musik asli Jawa Barat, Indonesia. Dulunya, angklung memegang bagian penting dari aktivitas upacara tertentu, khususnya pada musim panen. Suara angklung dipercaya akan mengundang perhatian Dewi Sri (Nyi Sri Pohaci) yang akan membawa kesuburan terhadap tanaman padi para petani dan akan memberikan kebahagian serta kesejahteraan bagi umat manusia.
Jadi, berbanggalah kita sebagai orang Indonesia yang memiliki maha karya yang dibuat bukan dari jiplakan melainkan, dari perjuangan nenek moyang kita dalam berkesenian dan menciptakan suatu kesenian tersebut. Apalagi, sekarang angklung merupakan alat musik yang universal dikalangan negara-negara se- Asia Tenggara, Asia Timur bahkan Amerika Serikat. Jadi, kita musti tahu diri, dan wajib berterima kasih pada pendahulu angklung dengan cara melestarikan musik tersebut dalam kehidupan kita sekarang ini, jangan sampai nenek moyang kita menangis melihat buah karyanya diambil orang lain secara ilegal dan dilipakan secara mentah oleh anak cucunya sendiri. Jangan sampai angklung kalah dengan alat-alat musik modern, alat band dan lain-lain.

4.2 SARAN

Karena keterbatasan  informasi dan pengetahuan tentang Sejarah Angklung, ditambah lagi dengan kurangnya pemahaman tentang pembuatan karya tulis, mengakibatkan terdapat sedikit kesulitan dalam pembuatan karya tulis ini. Tetapi karena keterbatasan itulah saya termotivasi untuk menjadi lebih baik.

Maka dari itu saya berharap agar dapat lebih memahami tentang pembuatan karya tulis, dan diharapkan juga agar sering diadakan pembuatan karya tulis begitupun waktu yang dibutuhkan agar lebih di perpanjang lagi sehingga dapat dihasilkan karya tulis yang lebih baik lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

huerock , (2011) , https://huerock.wordpress.com/tag/angklung/ , Banten

Dede Mahmud , (2014) http://www.tradisikita.my.id/2015/04/sejarah-angklung-dan-jenis-angklung.htmlhttp://www.angklung- udjo.co.id/id

 

 

 

MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA

 

Masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu disebut penduduk. Jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah menentukan padat tidaknya di wilayah tersebut. Kita akan membahas beberapa masalah kependudukan yang terjadi di negara kita. Masalahmasalah kependudukan yang terjadi di Indonesia antara lain persebaran penduduk yang tidak merata, jumlah penduduk yang begitu besar, pertumbuhan penduduk yang tinggi, rendahnya kualitas penduduk, rendahnya pendapatan per-kapita, tingginya tingkat ketergantungan, dan kepadatan penduduk.

  • Persebaran penduduk yang tidak merata

Wilayah negara kita sangat luas. Penduduk yang tinggal di wilayah negara kita tidak merata. Ada daerah yang sangat padat, namun ada juga daerah yang sangat jarang penduduknya. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sangat padat. Menurut sensus tahun 2000, setiap satu kilometer persegi didiami lebih dari dua belas ribu orang. Ini sangat berbeda dengan Provinsi Kalimantan Barat. Di sana hanya ada 27 orang yang mendiami wilayah seluas satu kilometer persegi.

 

 

  • Jumlah penduduk yang begitu besar

Jumlah penduduk Indonesia sangat banyak. Indonesia menduduki urutan keempat negara terbanyak jumlah penduduk setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 adalah 205,8 juta jiwa.

  • Pertumbuhan penduduk yang tinggi

Jumlah penduduk Indonesia sudah sangat banyak. Jumlah ini akan terus bertambah karena pertumbuhan jumlah penduduk juga tinggi. Hal ini disebabkan oleh angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian.

  • Kualitas penduduk rendah

Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Ini mempengaruhi kualitas atau mutu penduduk Indonesia. Masyarakat Indonesia kurang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bekerja. Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan yang bagus.

  • Rendahnya pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita artinya rata-rata pendapatan penduduk setiap tahun. Pendapatan per kapita penduduk Indonesia masih rendah. Remdahnya pendapatan per kapita rendah berkaitan erat dengan banyaknya masyarakat miskin.

  • Tingginya tingkat ketergantungan

Penduduk yang tidak tidak bekerja disebut penduduk yang tidak produktif. Biasanya penduduk yang tidak bekerja adalah yang telah berusia lanjut atau masih anak-anak dan remaja. Mereka ini disebut usia nonproduktif. Penduduk nonproduktif menggantungkan hidupnya pada penduduk produktif (bekerja). Karena usia nonproduktif tinggi, maka tingkat ketergantungan di Indonesia cukup tinggi.

  • Kepadatan penduduk

Beberapa kota besar di Indonesia sangat padat. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya tindak kejahatan, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan sebagainya.

Referensi by: http://tugasteknikmesin.blogspot.com/2011/12/contoh-masalah-masalah-sosial-yang-ada.html

Perbedaan sistem perekonomian indonesia dengan negara maju

Di dunia, negara-negara bisa terbagi menjadi negara maju, negara berkembang atau negara industri baru. Negara maju adalah sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Kebanyakan negara dengan GDP per kapita tinggi dianggap negara berkembang. Namun beberapa negara telah mencapai GDP tinggi melalui eksploitasi sumber daya alam (seperti Nauru melalui pengambilan fosfor dan Brunei Darussalam melalui pengambilan minyak bumi tanpa mengembangkan industri yang beragam, dan ekonomi berdasarkan-jasa tidak dianggap memiliki status ‘negara maju’. Pengamat dan teoritis melihat alasan yang berbeda mengapa beberapa negara (dan lainnya tidak) menikmati perkembangan ekonomi yang tinggi. Banyak alasan menyatakan perkembangan ekonomi membutuhkan kombinasi perwakilan pemerintah (atau demokrasi), sebuah model ekonomi pasar bebas, dan sedikitnya atau ketiadaan korupsi. Beberapa memandang negara kaya menjadi kaya karena eksploitasi dari negara miskin di masa lalu, melalui imperialisme dan kolonialisme, atau di masa sekarang, melalui proses globalisasi. Contoh-contoh negara yang bisa dikatakan sebagai negara maju antara lain, Amerika Serikat, Hong Kong, Belanda, Portugal, Spanyol dan masih banyak lagi. Sedangkan Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indek perkembangan manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global. Istilah ini mulai menyingkirkan Dunia Ketiga, sebuah istilah yang digunakan pada masa Perang Dingin. Perkembangan mencakup perkembangan sebuah infrastruktur modern (baik secara fisik maupun institusional) dan sebuah pergerakan dari sektor bernilai tambah rendah seperti agrikultur dan pengambilan sumber daya alam. Penerapan istilah ‘negara berkembang’ ke seluruh negara yang kurang berkembang dianggap tidak tepat bila kasus negara tersebut adalah sebuah negara miskin, yaitu negara yang tidak mengalami pertumbuhan situasi ekonominya, dan juga telah mengalami periode penurunan ekonomi yang berkelanjutan. Sedangkan Negara Industri baru adalah klasifikasi negara yang mempunyai perekonomian sangat baik namun belum mencapai tahap negara maju. Syarat lain sebuah negara dikatakan negara industri baru adalah berdasarkan hasil ekspornya. Beberapa negara industri baru diperkirakan akan memimpin perekonomian dunia pada tahun 2050 antara lain, China,India,Brasil dan Meksiko. Mengapa tahun 2050? Karena negara-negara ini tentu saja membutuhkan waktu yang cukup lama, secara teori, untuk bisa disebut sebagai negara maju yang memimpin perekonomian dunia.
Sistem perekonomian secara umum bisa dibagi menjadi 4 macam, yaitu :
1. Sistem perekonomian tradisional
Ciri-ciri dari sistem tradisional adalah :
– teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
– hanya sedikit menggunakan modal
– pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
– belum mengenal pembagian kerja
– masih terikat tradisi tanah sebagai tumpuan kegiatan produksinya dan sumber kemakmuran
Sistem tradisional memiliki kelebihan antara lain :
– tidak terdapat persaingan yang tidak sehat
– hubungan antar individu sangat erat
– masyarakat merasa aman karena tidak ada beban erat yang harus dipikul
– tidak individualistis
Sedangkan kelemahannya antara lain :
– teknologi yang digunakan masih sederhana
– produktivitas rendah
– mutu barang yang dihasilkan masih rendah
Namun, sekarang ini sudah tidak ada negara yang menganut sistem tradisional, karena yang emnjadi masalah adalah produktivitas yang dihasilkan dari sistem ini yang rendah sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakatnya lagi. Sistem ini hanya digunakan oleh suku-suku yang tinggal di daerah pelosok, seperti suku badui dalam yang masih menggunakan sistem ini dalam kehidupan sehari-harinya.
2. Sistem perekonomian pasar
Adalah sistem perekonomian dimana seluruh kegiatan ekonominya mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi bergantung kepada mekanisme pasar. Ciri dari sistem pasar adalah :
– setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
– setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya untuk melakukan kegiatan ekonomi yang bertujuan memperoleh laba
– semua kegiatan ekonomi dilaksankan oleh masyarakat (swasta)
– pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
– persaingan dilakukan secara bebas
– peranan modal sangat vital daln melakukan kegiatan ekonomi
Kelebihan dari sistem ini antara lain :
– menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
– setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
– munculnya persaingan untuk maju-
– barang yang dihasilkan bermutu tinggi karena barang yang jelek tidak akan laku dijual di pasar
– efesiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kelemahan dari sistem pasar adalah :
– sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
– cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
– munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
– sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan sumber daya oleh individu
3. Sistem perekonomian terpusat
Adalah sistem perekonomian dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah. Kelebihan dari sistem ini antara lain :
– pemerintah lebih mudah mengendalikan masalah ekonomi seperti, inflasi, pengangguran dan sebagainya
– pasar barang dalam negeri berjalan lancar
– pemerintah dapat turut campur dalam pembentukan harga
– relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
– jarang terjadi krisis ekonomi
sedangkan kelemahan dari sistem terpusat adalah
– mematikan inisiatif individu untuk maju
– sering terjadi monopoli yang merugukan masyarakat
– masyarakat tidak memukuju kebebasan dalam memilih sumber daya
4.Sistem perekonomian campuran
Adalah sistem perekonomian yang memadukan sistem perekonomian pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Ciri dari sistem campuran adalah :
– barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
– pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta
– peran pemerintah dan sektor swasta berimbang
– mengambil kelebihan dan mengurangi kelemahan dari sistem perekonomian pasar dan terpusat dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
Negara-negara maju yang ada umumnya menganut sistem perekonomian pasar seperti Amerika serikat, Hong kong, Belanda, Portugal dan Spanyol. Karena sistem pasar merangsang kreativitas masyarakatnya untuk saling berlomba-lomba memproduksi barang yang tebaik. Namun ada juga negara maju seperti Perancis yang menganut sistem perekonomian campuran. Indonesia sendiri bisa dikatakan menganut sistem perekonomian campuran. Sedangkan negara naju yang menganut sistem perekonomian terpusat contohnya adalah uni soviet pada jaman perang dingin.
Sistem perekonomian yang dianut oleh negara maju kebanyakan adalah sistem perkonomian pasar. Sedang kan sistem perekonomian terpusat kuga sudah terbukti bisa mensejahterakan rakyatnya seperti yang dilakukan Cina Apakah Indonesia jika ingin menjadi negara maju harus mengubah sistem perekonomiannya? Saya kira tidak. Sistem perekonomian yang kita punyai sekarang ini sudah mampu membuat Indonesia bersaing dengan negara-negara lain. Yang jadi masalah adalah Indonesia harus bisa menjalankan sistem perekonomian ini bebas dari korupsi, suap dan mafia hukum yang ada saat ini.

KRONOLOGI REFORMASI INDONESIA TAHUN 1998

Setelah pelantikan Kabinet Pembangunan VII pada awal bulan Maret 1998 ternyata kondisi bangsa dan negara semakin tidak membaik. Perekonomian juga tidak mengalami pertumbuhan, akibatnya muncul masalah-masalah sosial. Dengan kondisi seperti itu mengundang keprihatinan rakyat, yang akhirnya memasuki bulan Mei 1998 mahasiswa di berbagai daerah mulai mengadakan demonstrasi.
Mahasiswa kemudian menyusun agenda reformasi yang isinya sebagai berikut :
a. Adili Soeharto dan kroni-kroninya.
b. Amandemen UUD 1945.
c. Penghapusan dwifungsi ABRI.
d. Otonomi daerah yang se,uas-luasnya.
e. Supremasi hukum.
f. Pemerintahan yang bersih dari KKN.
Menurunnya pamor pemerintahan Orde Baru dimulai sejak penandatanganan perjanjian pemberian dana bantuan IMF. Pemberian dana bantuan tersebut mengandung dua kelemahan. Kelemahan pertama terletak pada posisi dana bantuan itu, karena pemberian dana bantuan tersebut adalah utang luar negeri yang harus dibayarkan kembali oleh Indonesia beserta dengan bunganya walaupun dengan persentase yang rendah.
Kelemahan kedua adalah penerapan Structural Adjustment Program (Program Penyesuaian Struktural) dari IMF yang menyertai penurunan dana bantuan tersebut. Structural Adjustment Program adalah persyaratan IMF bagi Indonesia dalam empat bidang utama (pengetatan kebijaksanaan fiskal, penghapusan subsidi, menutup 16 bank di Indonesia, dan memerintahkan bank sentral untuk menaikkan tingkat suku bunga). Dengan penerapan Structural Adjustment Program tidak terwujud dalam perbaikan ekonomi nasional signifikan.Demo mahasiswa
Dengan banyaknya  aksi demonstrasi, membuat aparat keamanan kewalahan dan bertindak keras terhadap aksi tersebut. Akibatnya bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan tidak dapat dicegah. Pada tanggal 12 Mei 1996 mahasiswa berdemonstrasi di Universitas Trisakti. Aksi damai tersebut berubah menjadi insiden bentrokan dengan aparat ketika mahasiswa ingin melakukan long march menuju gedung DPR/MPR.

Kronologi reformasi indonesia tahun 1998

Dalam insiden tersebut empat mahasiswa tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Empat mahasiswa tersebut adalah : Elang Mulya Lesmana, Hafidhin Royan, Hendriawan Sie, dan Heri Hartanto. Mereka mendapat gelar Pahlawan Reformasi.

Sebelum insiden Tri Sakti tersebut, di Jogjakarta seorang mahasiswa yang bernama Moses Gatotkaca tewas ketika melakukan aksi menuntut mundurnya Presiden Soeharto. Moses Gatotkaca meninggal pada tanggal 8 Mei 1998.

Kejadian Tri Sakti tersebut memicu terjadinya kerusuhan massa pada tanggal 13 dan 14 Mei di Jakarta dan sekitarnya. Tragedi kerusuhan 13 dan 14 Mei 1998 ini merupakan titik kulminasi depresi masyarakat akibat krisis ekonomi Indonesia.

Pascatragedi ini suasana Jakarta sangat tegang, hingga digelarnya aksi demonstrasi besar-besaran pada tanggal 19 Mei 1998 oleh para mahasiswa. Mereka melakukan Long March menuju gedung DPR/MPR dengan tujuan menuntut turunnya Presiden Soeharto, menggelar Sidang istimewa MPR, dan pelaksanaan reformasi total dalam tubuh pemerintahan negara.

Di Jogjakarta mahasiswa dan masyarakat berkumpul di alun-alun mendengarkan maklimat dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paku Alam VII mengenai kondisi negara yang sedang tegang. Inti dari maklumat tersebut adalah menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk menggalang persatuan dan kesatuan bangsa.

Pembentukan Komite Reformasi
Pada tanggal 19 Mei 1998, Presiden Soeharto mengundang sembilan tokoh masyarakat ke Istana Negara dengan agenda membahas segala kemungkinan penanganan krisis negara. Sembilan tokoh tersebut adalah :

  1. Nur Cholis Madjid
  2. Abdurahman Wahid
  3. Emha Ainun Nadjib
  4. Ali Yafie
  5. Malik Fadjar
  6. Cholis Madjid Baidlowi
  7. Sutrisno Muhdam
  8. Ma’aruf Amir
  9. Ahmad Bagdja
Dalam pertemuan tersebut sepakat membentuk Komite Reformasi. Tugas komite ini adalah menyelesaikan UU Kepartaian, UU Pemilu, UU Susunan dan Kedudukan MPR/DPR serta DPRD, UU Anti-Monopoli, UU Anti-Korupsi dan lainnya.Lengsernya Presiden Soeharto
Berbagai tokoh masyarakat seperti Amien Rais dan Emil Salim menyatakan kekecewaannya dengan keputusan Presiden Soeharto tersebut, penyebabnya adalah presiden meminta pemberian waktu enam bulan untuk menggelar pemilu secara konstitusional.

Namun, hal tersebut tidak dinyatakan dalam keputusan beliau selepas pertemuan itu selesai. Emil Salim dengan melalui Gema Madani menyerukan agar Presiden Soeharto melaksanakan niatnya untuk lengser keprabon (turun dari tahta kekuasaan) pada saat itu juga, yaitu tanggal 20 Mei 1998.

Pada tanggal 20 Mei 1998 Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Madeleine Albright memberikan pernyataan yang meminta Presiden Soeharto untuk segera mundur. Madeleine menyatakan bahwa pengunduran diri Soeharto sudah semestinya dilakukan untuk memberikan jalan bagi transisi demokrasi di Indonesia dan kesempatan ini merupakan momentum bagi Presiden Soeharto untuk menorehkan langkah historisnya sebagai negarawan.

Pada pukul 14.30 tanggal 20 Mei 1998 sejumlah 14 menteri yang berada di bawah koordinasi Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita, menyatakan penolakannya untuk dicalonkan kembali dalam Kabinet Reformasi. Pada pukul 16.45, perwakilan mahasiswa dan pimpinan DPR/MPR mengaakan pertemuan di lantai 3 gedung lama MPR/DPR. Dalam pertemuan tersebut mahasiswa memberikan batas waktu pengunduran diri Soeharto hingga hari Jumat, tanggal 22 Mei 1998. Jika tidak ada kepastian, maka pada hari Senin tanggal 25 Mei 1998 pimpinan DPR akan mempersiapkan Sidang Istimewa MPR.

Akibat adanya desakan dari para mahasiswa dan masyarakat, serta mempertimbangkan kepentingan bangsa dan negara, pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 19.06 WIB Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi presiden Republik Indonesia. Bertempat di Credential Room, Istana Negara Jakarta dengan disaksikan oleh Mahkamah Agung.

Pengalihan kekuasaan setelah mundurnya Presiden Soeharto
Soeharto mengakhiri jabatannya sebagai Presiden RI. Naskah pengunduran diri Presiden Soeharto ditulis oleh Yusril Ihza Mahendra dengan judul “Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden RI”.

Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden. Pengalihan kekuasaan tersebut sesuai dengan pasal 8 UUD 1945 yang berbunyi “Jika Presiden Mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh wakil presiden sampai habis waktunya“.

Momentum turunnya Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 ini mengakhiri pemerintahan Orde Baru yang telah berlangsung selama 32 tahun di Republik Indonesia.

Sumber : http://www.sejarah-negara.com/2014/04/kronologi-reformasi-indonesia-tahun-1998.html

 

Latar Belakang terjadinya SUMPAH PEMUDA pada tahun 1982

Pada tanggal 28 oktober nanti kita kembali akan memperingati hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda yang terjadi pada tanggal 28 oktober 1928 tersebut merupakan wujud persatuan dan rasa Nasionalisme yang tinggi dari para pemuda di masa itu. Dan yang patut kita ketahui bahwa Sumpah pemuda adalah bukti otentik awal terbentuknya Bangsa Indonesia.

 

Apa latar belakang tercetusnya sumpah pemuda? Latar belakang dari Sumpah pemuda terjadi karena persamaan nasib akibat kondisi ketertindasan selama ratusan tahun dibawah kekuasaan kaum kolonialis sehingga mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia.

 

Yang membuat rumusan Sumpah Pemuda adalah Moehammad Yamin dan isi dari Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut :
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Tiga bait tersebut mengandung makna yang sangat dalam dan abadi. Isi dari sumpah pemuda senantiasa mengingatkan kita para generasi penerus bangsa untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan serta harus selalu bangga menjadi bangsa Indonesia. Namun sayangnya dari beberapa kerusuhan yang terjadi beberapa tahun terakhir merusak makna tersebut. Semua itu disebabkan karena “ketidaksiapan” kita dalam menghadapi perubahan. Antara lain perubahan di dalam cara menggapai tujuan akibat perbedaan nasib dan status sosial.

 

Latar belakang tercetusnya Sumpah Pemuda memang diawali dari “persamaan nasib” akibat penjajahan Belanda namun yang perlu kita ketahui adalah status para pemuda yang mempelopori Sumpah Pemuda tahun 1928 tersebut adalah golongan orang-orang terpelajar, artinya mereka adalah golongan “elit” pada jaman itu karena tidak sembarang orang yang bisa menempuh pendidikan tinggi. Tapi “status terpelajar” itu tidak membuat mereka melupakan “nasib” rakyat kecil yang menderita, nah sikap seperti inilah yang seharusnya ditiru oleh generasi penerus saat ini.

 

Apalagi sekarang untuk memperoleh pendidikan tinggi bukan menjadi hal yang susah lagi, bahkan ada jutaan Sarjana dari berbagai bidang ilmu. Tapi kenapa “tingkat kepedulian” kaum terpelajar saat ini terhadap sesama dan bangsa negara berbeda jauh dengan yang dulu? Mungkin ada sebagian kita yang menjawab jika “kepedulian” itu ada salah satunya dengan wujud “demo-demo” yang mengatasnamakan rakyat :). Tapi apa hasil nyata dari semua itu? yang notabene malah menimbulkan kerusuhan bahkan korban Jiwa. Pertanyaan ini mungkin bisa juga dijawab bahwa bukti nyatanya salah satunya adalah “runtuhnya rezim orde baru”, oke mungkin itu bisa dikatakan suatu hasil tapi apakah saat ini lebih baik kondisinya daripada saat masa orde baru setelah masa reformasi ini berjalan kurang lebih 11 tahun ?…

 

Tulisan ini bukan bermaksud untuk mengatakan jika “demo” dan sejenisnya tidak bermanfaat atau sia-sia, tetapi ada hal lain yang lebih baik yang bisa dilakukan yaitu antara lain dengan saling berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan sesuai “kemampuan” yang kita miliki. Selain itu kita tidak mungkin menunggu atau memaksa pemerintah menetapkan kebijakan-kebijakan yang sesuai keinginan kita atau mengharapkan fasilitas-fasilitas tertentu karena sampai kapanpun akan selalu ada yang tidak sesuai dan berubah menurut siapa yang memimpin :).

 

Contohnya masalah pengangguran yang menjadi “hantu” menakutkan bagi para sarjana atau pencari kerja, jika kita tetap tergantung pada harapan untuk menjadi karyawan atau pegawai negeri sedangkan lapangan pekerjaan yang ada tidak sesuai dengan jumlah peminat, maka akan selamanya kita akan kesulitan mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan.

 

Dan kita akan selalu ‘berteriak” pada pemerintah untuk memperbanyak “lapangan pekerjaan”, artinya tingkat ketergantungan kita pada “pemerintah” (meski itu memang tanggung jawab mereka) masih sangat tinggi. Padahal kita tidak tahu apakah “program-program memberantas pengangguran” yang menjadi slogan andalan para calon pemimpin atau para pemimpin yang sudah jadi bisa terwujud atau malah hanya slogan “pengambil hati” hehe. Dan yang lebih parah lagi kita tidak tahu apakah para pemimpin negeri ini benar-benar peduli terhadap nasib rakyatnya ? apakah mereka benar-benar tulus peduli atau hanya “politik” saja , wallahu ‘allam :).

 

Jadi makna yang paling penting dari momentum peringatan Sumpah Pemuda bagi para generasi penerus adalah meningkatkan “kepedulian” kita terhadap sesama, minimal diawali dari diri kita sendiri untuk belajar peduli pada sikap dan prilaku kita pada orang tua, saudara dan lingkungan sekitar. Dan juga menanamkan sikap “mandiri” untuk tidak tergantung pada situasi dan kondisi yang ada atau menunggu “perhatian” dari orang lain. Sehingga kita akan selalu siap menghadapi segala perubahan dengan kreatifitas serta inovatif dalam memanfaatkan apa yang tersedia dengan maksimal untuk hasil yang optimal :). Semoga bermanfaat.

Ilmu Sosial Dasar

Rangkuman Bab 1 ISD ( Download )

Mengenai CustomFirmware

CustomFirmware di ps3? Apa sih CustomFirmware(Cfw) itu? Apakah itu sebuah aplikasi untuk ps3? Bukan begitu.. CustomFirmware(Cfw) itu adalah sebuah firmware yang dibuat secara custom menyerupai Originnya tetapi berbeda.. Lalu apa bedanya CustomFirmware(Cfw) dan OfficialFirmware(Ofw)? Kalian yang Bermain ps3 dengan game yang beli dengan bentuk original yang bisa di download dari Playstation Store atau beli cd dari toko ps3 pasti harganya semahal hdd eksternal wkwk dan susah meminta uang papa/mama untuk beli game baru karna kemahalan apalagi dibilang ngabisin duit cuma untuk main game.. Nah jika ps3 kalian terinstall Cfw tentu saja kalian bisa mendapatkan game secara mudah tanpa harus kedepan orang tua dan mengucapkan (mintaa uaang) , kalian bisa mendownload sendiri game” ps3 dari internet yang dishare oleh orang” yang mempunyai data copy dari game origin yang mereka buat..

“Tapi kan kita di Ofw bisa bermain online dan setau saya Cfw itu cuma hanya untuk bermain game bajakan dan tidak bisa bermain online..” :/ menurut mu begitu? Berarti kalian belum paham benar segala hal betapa asiknya di CustomFirmware ps3.. Tentu saja di Cfw kita bisa bermain Online dan bagian asiknya kita bisa memodifikasi game” ps3 secara online! Gw tau hal itu memang dilarang dan sesuatu hal yang kejam ._. , tetapi siapa peduli yang penting ngecheat for fun xD!

Jadi jika kalian sudah tau ternyata ps3jailbreak atau disebut Cfw itu bisa bermain online.. Gw membuat blog ini untuk memberi beberapa tutorial cara mengubah” system anda dari Cfwoffline hingga ke online dan gw akan memberi saran” firmware yang harus kalian pakai agar aman bermain online di Cfw..

Tentang Blog Ini

Pertama” perkenalkan nama gw Muhammad Nur Ihsan bisa di panggil ihsan bacanya isan aja atau biasanya disebut iSun dari gamertag gwa di Psn yaitu iSunHax.

Blog yang gw buat ini tentang Ps3 CustomFirmware & beberapa game yang saya mainkan di ps3.. Nanti kalian tau deh apa itu CustomFirmware(Cfw) dan betapa asiknya di Cfw

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑